Website DPPPA Sumatera Barat e-mail : dpppa@sumbarprov.go.id


WORKSHOP KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN ANAK SE-SUMATERA BARAT


10 Jul 2018
55 Hits

WORKSHOP KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN ANAK SE-SUMATERA BARAT

Padang—Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan Workshop Kesejahteraan dan Perlindungan Anak Se-Sumatera Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 60 (enampuluh) orang peserta, terdiri dari P2TP2A, DPPPA dan BAPPEDA. Kesejahteraan adalah Kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya (UU No. 11 Tahun 2009). Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 menyatakan bahwa “Kesejahteraan anak adalah tata kehidupan dan penghidupan anak yang dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangannya dengan wajar baik secara rohani, jasmani, maupun sosial”.Ibu Kepala Dinas, Ratnawilis, A.Pi,M.Si dalam sambutannya mengatakan: ‘” bahwa Kesejahteraan anak adalah terpenuhinya kebutuhan anak untuk tumbuh optimal, baik kebutuhan fisik berupa sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan kualitas lingkungan hidup maupun kebutuhan kejiwaan seperti kebahagiaan rasa aman dan pengakuan”(25/6).

       Dari keseluruhan aspek, masalah utama pemenuhan hak anak adalah dari aspek kesehatan. Pemerintah Daerah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Orang tua dan keluarga bertanggung jawab menjaga kesehatan dan merawat anak sejak dalam kandungan. Upaya yang harus dilakukan yaitu menjaga kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil sehingga janin lahir dengan selamat dan berat badan mencukupi (minimal 2,5 kg). Pada masa bayi, anak perlu cukup gizi untuk menjaga proses pertumbuhannya. Selain cukup gizi juga perlu mendapatkan Imunisasi secara lengkap agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Untuk mengukur tingkat kesejahteraan anak bidang kesehatan dengan beberapa indikator sebagai berikut: Ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan K1-K4, Ibu hamil berstatus gizi baik, Bayi yang dilahirkan tidak BBLR, Bayi mendapatkan ASI Eksklusif, Angka kematian bayi (AKB), Angka Borbiditas, persentase Balita yang memperoleh Imunisasi lengkap, persentase balita dengan status gizi baik dan hak anak mendapatkan jaminan asuransi kesehatan.

» Berita Terkait


Back to top